2009/03/13

Cara membuat puisi jepang

Menyambung postingan Pengenalan Puisi Jepang, dari ragam haiku sampai renga. Nah sekarang kita lanjutkan pada cara membuatnya pada setiap ragam.

Haiku

Dalam memulai membuat puisi jenis ini yang pertama kali harus kita ketahui adalah bagaimana susunan dasarnya. Haiku setidaknya memiliki 17 suku kata dalam 3 baris dengan bentuk 5,7,5. setelah itu carilah beberapa ide yang bisa mengilhami untuk membuat Haiku tersebut. Pilihlah sesuatu yang sederhana dan yang tidak terlalu rumit.

Dalam memilih tema, pastikan tema itu adalah sesuatu yang lazim dan memasyarakat, yang dapat memberikan mereka cara pandang lain tentang situasi dan pengalaman tertentu yang biasa ada di masyarakat itu sendiri.

Seperti contoh Haiku di bawah ini:



Derai



Daun berderai

Daun berganti warna

Musim gugurku


Tanka

Teknik dasar membuat Tanka yang memiliki 31 suku kata dalam 5 baris kalimat dengan bentuk susunan suku kata 5,7,5,7,7. Ini adalah cara yang dipakai oleh orang Amerika dalam menulis Tanka. Sementara di Jepang sendiri, Tanka ditulis dalam sebuah garis lurus.

Pada hakikatnya dibutuhkan dua orang dalam membacakan puisi Jepang yang satu ini. Orang pertama membaca versi yang pertama dan yang kedua membaca versi yang selanjutnya.

Sebuah Tanka yang baik biasanya terdiri atas satu tema yang kemudian dapat menggambarkan sebuah ide yang umum dalam keseluruhan puisi tersebut. Tema Tanka biasanya tentang kehidupan sehari-hari dan juga tentang pengalaman-pengalaman yang sederhana atau juga dapat tentang sesuatu hal yang berkesan. Seperti contoh di bawah ini:



Pagi



Mama bangunkanku

Ku meregangkan tubuh

Menggosok gigi

Merapikan rambut

Pergi sekolah



Renga

Format Renga sama seperti halnya Tanka Jepang. Puisi Renga dapat memiliki banyak versi sesuai dengan keinginanmu, masing-masing versi terdiri atas 31 suku kata dalam 5 baris dengan hitungan suku kata per baris yaitu 5,7,5,7,7. Hampir sama dengan Tanka , hanya saja dalam kenyataannya Renga menjadi suatu kompetisi.

Mengapa disebut demikian?, karena tak lain dalam membuat sebuah Renga diperlukan dua orang penyair, seorang menulis baris pertama dan kedua dan seorang lainnya melanjutkan sisanya. Tantangan dalam membuat Renga dimulai dari penyair yang pertama yang membuat baris pertama dan kedua yang kemudian menyulitkan penyair yang kedua. Dalam hal ini penyair yang kedua dituntut untuk lebih pintar dalam melanjutkan dua baris pertama yang tak lain merupakan pikiran seseorang yang memang sangat berbeda.

Puisi di bawah ini sebagai contohnya, dibuat oleh dua orang yang berlainan, mereka bekerja sama dalam membuatnya dengan tidak melupakan juga pola 5,7,5,7,7.

2 komentar:

Bundeg Blog Magazine mengatakan...

mampir ,.. buat puisi jepang ya,.. aku punya puisi indonesia,. karanganku sendiri,.. :D

anggi mengatakan...

waduh.. sy paling kagak bs buat puisi gan.

salam kenal yee ^^

Love that can not be understood and in understanding, because you can understand and be understood if we already have.
TERIMAKASIH DAH BERKUNJUNG 
"by:Rend's"